Mobil polisi terbakar dalam demo rusuh menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd oleh polisi kulit putih, di Atlata, Georgia, Amerika Serikat, 29 Mei 2020. Foto/REUTERS/Dustin Chambers
WASHINGTON - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC bersama dengan seluruh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Amerika Serikat (AS) terus memonitor dari dekat sekaligus memastikan keselamatan ribuan warga negara Indonesia (WNI) di berbagai kota dan wilayah di negara tersebut.
Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo, ” kata Iwan Freddy Hari Susanto, Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Duta Besar RI untuk AS.
Demo As Rusuh, Trump Akhirnya Minta Pendukungnya Pulang
Unjuk rasa yang terjadi di berbagai negara bagian di AS, mulai dari wilayah Pantai Timur hingga Pantai Barat, telah memasuki hari ketujuh. Sebagian telah menerapkan peraturan jam malam dan status darurat.
Keselamatan dan keamanan WNI di AS menjadi prioritas utama dan perhatian khusus KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS, ” ujar Iwan Freddy dalam keterangan tertulis yang diterima
Sebagai salah bentuk perlindungan kepada WNI, semua Perwakilan RI di AS telah mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tetap tenang, hati-hati dan tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, seperti membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau pergi ke dokter, ” paparnya. (Baca: AS Diguncang Kerusuhan Terkait George Floyd, Publik China Bersorak )
Demo Rusuh Di Amerika, Kbri Jamin 142.441 Wni Dalam Kondisi Aman
WNI juga kita wanti-wanti agar menjauhi tempat-tempat terjadinya aksi unjuk rasa karena akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka. Patuhi setiap instruksi, kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat, ” imbuh Wakil Dubes RI tersebut.
Iwan Freddy juga menambahkan bahwa seluruh Perwakilan RI di AS terus menjalin kontak dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa, di berbagai wilayah di AS untuk membantu memantau dari dekat dan memastikan keselamatan WNI dalam situasi saat ini.
Floyd tewas setelah lehernya dicekik polisi kulit putih dengan lututnya. Floyd awalnya ditangkap empat polisi atas tuduhan membeli rokok dengan uang kertas palsu. Adegan pencekikan leher itu terjadi selama proses penangkapan itu terekam kamera keamanan dan videonya memicu kemarahan publik.
0 Response to Amerika Rusuh
Posting Komentar